JURNALBERITA24- Berikut ini adalah ulasan tentang siapa saja shio yang bertemu jodohnya di hari valentine karena sedang hoki.
Semua orang tahu ada tiga hal yang memang sudah ditakdirkan oleh tuhan yaitu rezeki, mau dan juga jodoh.
Sebagai makhluk sosial yang di ciptakan berpasang pasangan, maka setiap orang pasti ingin segera menemukan jodohnya ketika mereka sudah siap secara finansial dan juga mentalnya.
Namun faktanya banyak orang yang merasa kesulitan untuk mendapatkan jodoh yang mereka inginkan.
Ada yang terkendala kriteria atau ada juga yang memang belum menemukan jodoh yang tepat bagi hidup mereka.
Namun ada yang berbeda di perayaan hari Valentine nanti yang di rayakan setiap tanggal 14 Februari setiap tahunnya.
Pasalnya isi dari ramalan shio menyebutkan bahwa terdapat setidaknya lima shio yang akan bertemu jodohnya di hari Valentine karena mereka sedang hoki.
Lantas siapa saja shio yang bertemu jodohnya di hari valentine karena sedang hoki tersebut? Simak ulasannya berikut ini:
Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA NASIONAL. Tampilkan semua postingan
5 Pemuda Purworejo Setubuhi Siswi SMP Bergantian
BERITA NASIONALJURNALBERITA24 - Lima orang pemuda di Purworejo, Jawa Tengah tega mencabuli dan menyetubuhi siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP). Semua tersangka kini telah diamankan petugas.
Para tersangka adalah TP (15), SS (15), DA (18), SR (22), dan AR (26). Kelima pemuda itu tega mencabuli bahkan hingga menyetubuhi seorang siswi SMP secara bergantian di sebuah rumah kosong milik teman salah satu tersangka pada pertengahan Februari lalu.
"Para tersangka tersebut melakukan tindakan pencabulan dan ada tiga yang juga menyetubuhi korban yakni SR, DA, dan SS. Korban dicabuli dan disetubuhi di sebuah rumah kosong milik teman tersangka," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP R. Haryo Seto Liestyawan saat menggelar jumpa pers, Selasa (26/2/2019).
Sebelum melakukan aksi bejatnya, dua tersangka yakni SR dan TP yang sudah kenal dengan korban menjemput korban di sekolahnya dengan menggunakan mobil rental. Setelah tiba di lokasi, korban dimasukkan ke dalam kamar dan dicekoki minuman keras hingga setengah mabuk.
Saat itu lah SR dan TP melakukan aksi bejatnya dan kemudian memanggil tersangka lain untuk ikut melakukan tindakan asusila tersebut. Pagi harinya, korban diantarkan olah tersangka dengan mobil sampai jalan desa dekat dengan rumah korban.
"Korban dicekoki minuman keras jenis ciu hingga setengah mabuk, kemudian secara bergantian para tersangka mencabuli dan menyetubuhi korban secara bergantian," imbuh Haryo.
Korban yang setengah sadar akhirnya menceritakan kepada pihak keluarga tentang kejadian yang menimpanya dan melaporkannya ke petugas. Akhirnya para tersangkapun berhasil dibekuk dan diamankan oleh polisi.
"Karena yang 2 tersangka masih di bawah umur jadi kami serahkan ke lapas anak, untuk yang 3 tersangka karena sudah dewasa kami tangani di polres," lanjutnya.
Sementara itu, salah satu tersangka SR mengaku nekat melakukan tindakan asusila tersebut lantaran terdorong nafsu. Meski menyesali perbuatannya, namun ia tetap harus menjali proses hukum dan berurusan dengan polisi.
"Ya karena nafsu, saya khilaf dan menyesal," ucapnya singkat.
Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, pakaian tersangka, satu unit mobil, sisa minuman keras dalam botol air mineral serta gelas plastik kecil.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka harus mendekam di sel tahanan dan bakal dijerat pasal 82 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
SUMBER : DETIK NEWS
Forum Mahasiswa Minta KPU Coret Ahmad Dhani Sebagai Daftar Caleg 2019
BERITA NASIONALJURNALBERITA24 - Puluhan orang yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Indonesia (Formasi) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) di Jakarta, Rabu (20/2).
Mereka menuntut pencoretan terdakwa kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani Prasetyo dari Daftar Calon Tetap (DCT) calon anggota DPR RI daerah pemilihan Jawa Timur 1 Pemilu 2019.
"Kami pemuda-pemudi datang ke depan Kantor KPU tegas mencoret Ahmad Dhani dari daftar caleg dapil Jatim 1 karena sudah diputus bersalah," kata orator Doni Manurung dari atas mobil komando.
Formasi menilai kehadiran Ahmad Dhani di dunia politik sejak awal sudah tidak ada iktikad baik. Ahmad Dhani disebut hanya politikus yang gemar menyebar hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian yang memecah belah bangsa.
Doni dkk menyoroti salah satu fitnah yang disebarkan Dhani adalah menyatakan PDIP dan Nahdlatul Ulama antek-antek nasakom (nasionalis, agama, komunis).
"Ahmad Dhani menyebut PDIP dan NU antek-antek nasakom, itu suatu kebohongan publik. Jangan biarkan kebohongan publik digulirkan begitu saja, bisa memecah belah masyarakat," ujarnya.
Mereka meminta KPU untuk segera mencoret Dhani tanpa intervensi Ketua Umum Partai Prabowo Subianto.
"Jika tidak tegas, akan ada gerakan rakyat masyarakat Jatim tidak memilih caleg Ahmad Dhani ini," tuturnya.
Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutus Ahmad Dhani bersalah dalam kasus ujaran kebencian. Ia divonis 1,5 tahun penjara.
Namun, KPU belum mau mencoret Dhani dari DCT caleg DPR RI Jawa Timur 1 karena putusan itu belum berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
"Apabila dia dijatuhi hukuman pidana yang sudah berkekuatan hukum tetap, maka dia tidak memenuhi syarat sebagai calon," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Senin (28/1).
SUMBER : CNN INDONESIA
Joko Widodo Sudah Tidak Memiliki Cara Lain Dalam Menghadapi Kubu Lawan Di Pilpres 2019
BERITA NASIONALJURNALBERITA24 - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo sudah tidak memiliki cara lain dalam menghadapi kubu lawan di Pilpres 2019. Menurutnya, Jokowi tidak sanggup menaikkan elektabilitasnya.
Fadli menanggapi serangan bertubi-tubi dari kubu Jokowi. Salah satunya dia menyebut paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi menggunakan gaya propaganda Rusia selama masa kampanye.
"Ada pepatah mengatakan begini, 'desperate people can do desperate thing'. Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya enggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikan elektabilitas," kata Fadli di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (4/2).
Fadli pun menilai perkataan Jokowi semakin ngawur. Ia menegaskan petahana semestinya berbicara dengan gaya yang elegan dengan memaparkan hasil kerja yang sudah dicapai.
Menurutnya, gaya menyerang Jokowi menunjukkan pemerintahannya tidak memiliki prestasi. Namun, Fadli mengaku pihaknya bersyukur dengan pernyataan Jokowi yang menunjukkan kelemahan kubu lawan.
"Saya kira baguslah, alhamdulillah. Artinya petahana sudah menunjukkan tanda-tanda dia akan kalah," ujarnya.
Terkait dengan perkataan Jokowi soal propaganda Rusia, Fadli menilai hal tersebut semestinya diperhatikan dengan lebih hati-hati oleh Jokowi.
Sebab sebagai presiden, kata Fadli, menyebut nama sebuah negara akan berpengaruh pada hubungan diplomatik antarnegara.
"Itu bisa menimbulkan gejolak hubungan diplomatik antara kita dengan Rusia atau negara manapun yang disebut," ujarnya.
Saat acara deklarasi Koalisi Alumni Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (3/2), Jokowi melontarkan serangan ke kubu Prabowo. Jokowi menyebut sejumlah kasus hoaks yang melibatkan oposisi.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Johnny G. Plate menilai kubu Prabowo-Sandi menggunakan gaya propaganda Uni Soviet selama masa kampanye Pilpres 2019.
Johnny menyebut propaganda yang dipakai kubu Prabowo adalah firehose of the falshood. Strategi ini menggunakan teknik kebohongan yang diproduksi secara masif melalui media untuk membangun ketakutan di masyarakat.
"Firehose of the falsehood, gaya propaganda Uni Soviet-USSR yang dulu dipakai di era Perang Dingin dan didaur ulang di banyak pilpres, termasuk pilpres Amerika Serikat yang baru lalu," kata Johnny dalam keterangan tertulis, Senin (4/2).
Vigit Membantah Jika Dirinya Di Kendalikan Oleh Bandar Judi Internasional
BERITA NASIONAL
JURNALBERITA24 - Disinggung ikut perputaran bandar judi internasional, Vigit Waluyo membantah tudingan dirinya ikut terlibat di jaringan itu. Vigit justru mengaku sama sekali tidak pernah dikendalikan oleh rumah judi di Thailand maupun Singapura.
Dirinya hanya memainkan uang sendiri untuk kepentingan klub yang ditanganinya. Hal itu dilakukan supaya tim yang ia bina bisa aman di kompetisi.
“Saya tidak pernah punya bandar di Thailand atau di mana pun saya tidak pernah. Saya hanya maminkan uang saya sendiri untuk kepentingan klub saya sendiri,” kata Vigit Waluyo.
Vigit mengaku dalam mengatur skor atau pertandingan tidak mencari keuntungan apapun. Hanya saja hal itu nekat ia lakukan agar klub yang dia bina terus eksis di persepakbolaan Indonesia.
Vigit memberikan gambaran kepada PSSI, bahwa organisasi persepakbolaan Indonesia itu harus memperhatikan kepada anggotanya dan klub-klubnya.
“Seharusnya PSSI menyadari klub ini butuh dana karena tidak ada APBD. Intinya harus memberikan solusi tentang pendanaan. Kalau dana yang diberikan kecil mana mungkin klub itu bisa ikut kompetisi,” lanjut dia.
Vigit juga menilai PSSI harus direformasi total karena banyak kepentingan yang ada di organisasi itu. Ia juga mencontohkan ada beberapa nama di dalam pengurus PSSI yang juga menjadi pemilik klub.
“Salah satu contohnya di wilayah komite perwasitan itu selalu menopang klub-klub yang dihuni oleh beberapa yang merangkap jabatan. Misalnya klub itu ada pejabatnya di PSSI dia punya klub,” ucap dia.
SUMBER : KUMPARAN.COM
BTP Sang Tjahaja Selalu di Hati, Si Badut Lemak Reklamasi Selalu Dicaci
BERITA NASIONALJURNALBERITA24 - BTP hari ini bebas. Tidak tahu jam berapa ia dijemput oleh keluarga dekat dan sahabat karibnya. Entah apakah Vero ikut atau tidak. Yang pasti, BTP ini ditunggu-tunggu. Jutaan rakyat Indonesia tidak sabar menyambut kebebasan BTP yang baik itu. BTP itu orang yang baik. Biarkan Tjahaja Pulang, itu singkatan BTP. Tidak ada yang bisa melawan sinar. Kegelapan apa yang bisa memendarkan sinar?
Tidak ada. Bahkan si badut gelap busuk bau sampah itu pun sekarang mulai ketakutan. Kegelapan siap dihapuskan, gelapnya kota dengan jutaan makhluk astral terbang ke sana kemari, siap musnah oleh sinar dari Purnama yang sekeras matahari itu.
Sosok BTP adalah sosok yang luar biasa mempertontonkan segala sisi. Dari segi kemanusiaan, orang ini adalah orang yang pernah menjamin keseluruhan warga Jakarta, mengenai apa itu hidup layak. Janji bukan sekadar janji kosong seperti saat ini. Janjinya adalah sebuah harapan yang direalisasikan, bahkan sampai saat ini. Meski saat ini, janjinya banyak ditekan oleh si badut Ancol. Eh bukan. Badut pantai reklamasi.
Si badut pantai reklamasi itu benar-benar merusak apa yang sudah dikerjakan. Tapi serusak apapun, ada secercah pengharapan yang mereka dapatkan. Rakyat itu adalah BTP. BTP adalah rakyat. Yang dilawan oleh badut pantai reklamasi peresmi tempat cuci bak sampah ini adalah rakyat. Rakyat bersama BTP. Melawan BTP, artinya si badut pantai reklamasi ini sedang melawan rakyat Jakarta.
Koalisi gelap vs koalisi terang. Di Indonesia, rakyat dipermudah sekali dalam menentukan pilihan politik. Jarak antara kedua pemimpin ini sudah sangat jelas. Di manapun, baik dari skala kota, provinsi, sampai kepada nasional.
Skala pileg, pilgub sampai pilpres, Indonesia mudah. Hanya hitam dan putih. Kecuali Jawa Timur, dua-duanya orang baik. Tapi coba lihat di Sumatera Utara, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan beberapa tempat yang penulis tidak tahu, itu serba hitam putih.
Antara pengayom dan galak bener. Antara badut dan BTP. Antara Ganjar dan… Antara Ridwan Kamil dan… Ah. Hahaha. Sudah jelas sekali kan? Jadi sebenarnya bicara tentang pendidikan politik di Indonesia, seolah kita ini masih kecil dan masih dasar.
SD mengajarkan salah benar, belum ada diskusi. Maka secara jelas, kita sudah tahu bahwa siapa yang dipilih. Siapa? Ya orang baik lah yang harusnya dipilih. Tapi kenapa BTP tidak terpilih? Karena ada pendidikan-pendidikan buruk yang diajarkan, yang memandang orang dari SARA.
Ini adalah kurikulum politik yang harus dibuang. Sayangnya, ada pemangku kepentingan yang merasa diuntungkan dengan politisasi SARA ini. Tapi begini, akhirnya rakyatnya sendiri lah yang mendapatkan buah simalakama. Pilih salah, gak pilih salah. Ya sekarang buktinya. BTP dipenjara.
Ketika BTP selalu di hati dan selalu mendapatkan tempat di hati rakyat Indonesia, badut pantai reklamasi ini menjadi sosok yang di maki-maki. Kasihan sekali. Tapi ya itulah jalan hidup seseorang. Eh.. Bukan seseorang, tapi sese-badut.
Jalan hidup badut itu memang hanya bisa ditertawakan, ia harus terus melucu. Kalau tidak lucu, ya akan dibuang dan dijadikan sampah. Peresmi truk sampah ini benar-benar kasihan sekali. BTP selalu di hati.
Bahkan 1 tahun 9 bulan ia dipenjara, tidak menjadikan orang ini lemah. Orang ini semakin tabah. Berubah menjadi yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih tegar. Ini karakter yang ditakuti oleh badut pantai reklamasi.
BTP menjadi lebih baik, karena badut selalu tidak pernah menjalankan kebaikan. BTP menjadi lebih kuat, karena badut itu tidak pernah kuat. Ya kuat sih, kuat menanggung makian. Hahaha. Kemudian BTP menjadi lebih tegar, jauh lebih tegar dari si badut reklamasi ini.
Pak BTP, kami bersamamu. Meski saya tidak pernah merasakan kebaikanmu secara langsung di ibu kota, saya merasakan semangat dan perjuanganmu melawan para politisi dan birokrat korup nan biadab itu. Terima kasih Pak BTP untuk pendidikan politik di Indonesia.
Sekarang Anda bebas, sinarmu sudah semakin terang benderang, menyibak seluruh tabir kebusukan politisasi dan pencitraan busuk Tuan Pribumi Kocak.
Selamat pulang, Pak BTP.
Begitulah pulang-pulang.
#01IndonesiaMaju
#JokowiLagi
SUMBER : SEWORD
Sabu Seberat 17 Kilogram Berhasil Di Amankan Di Sumatra Utara
BERITA NASIONALJURNALBERITA24 - Indonesia -- Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumut menggagalkan peredaran 17,06 kilogram narkoba jenis sabu di sejumlah lokasi terpisah di Sumatra Utara (Sumut). Dalam penggerebekan tesebut polisi mengamankan 10 orang tersangka. Satu di antaranya anggota Polri.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung mengatakan seorang anggota Polri tersebut berinisal S yang merupakan personel Sabhara Polres Samosir. Ia ditangkap bersama rekannya AM alias O dari Jalan Asahan Kota Pematang Siantar, Minggu (20/1) dini hari.
"Saat ditangkap, kedua tersangka melakukan perlawanan, sehingga harus dilumpuhkan dengan tembakan di kaki sebelah kiri tersangka AM alias O dan kaki sebelah kanan tersangka S," kata Hendri di Ditres Narkoba Mapolda Sumut, Selasa (22/1).
Hendri menjelaskan, dari dua tersangka itu personel Unit 2 Subdit I Ditres Narkoba mengamankan 15 kg sabu. Selain itu turut diamankan satu unit mobil Toyota Rush BK 1486 PJ warna abu metalik serta 2 unit handphone.
"Tersangka S mengaku sudah dua kali menyelundupkan narkotika jenis sabu, dengan upah di atas Rp 10 juta," jelasnya.
Lebih lanjut Hendri memaparkan, untuk tersangka lainnya, yakni MR alias R ditangkap di Jalan Mesjid, Desa Pekan Tanjung Pura, Langkat, pada Sabtu (12/1) pukul 21.30 WIB. Polisi mengamankan barang bukti 369 gram sabu.
"Sedangkan dari tersangka M dan MS diamankan barang bukti 99,67 gram sabu. Keduanya ditangkap di Jalan Ampera I, Kelurahan Sei Sikambing, Medan Helvetia pada Minggu (13/1) pukul 15.00 WIB," urainya.
Berikutnya, sambung Hendri, pada Kamis (17/1) diamankan tiga orang tersangka yakni Z alias U, RA alias PK, dan SM alias H alias A dari Jalan Gagak Hitam Ringroad, Medan Sunggal. Dari ketiganya diperoleh satu kg sabu, satu unit mobil Toyota Avanza silver BK 2838 SKZ dan tiga unit telepon genggam.
"Selanjutnya, diamankan 500,7 gram sabu dari tersangka WS di Jalan Djuanda, Tebing Tinggi, Selasa (15/1) pukul 16.00 WIB. Lalu 92,6 gram sabu dari tersangka FSBL, di Komplek Tasbi II, Sabtu (19/1/2019)," paparnya.
Atas penangkapan ini, Hendri mengklaim polisi telah mampu menyelamatkan sebanyak 170.612 anak bangsa, dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna.
"Kepada para tersangka akan kita kenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun, dan denda paling banyak Rp10 miliar," kata dia.
Gempa Magnitudo Berkekuatan 6,7 menguncang Sumba Barat
BERITA NASIONALJURNLABERITA24- Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,7 terjadi di lautan wilayah barat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/1) siang.
Mengutip dari Twitter Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa itu terjadi pada 12.10 WIB dengan episentrum di 120 kilometer barat daya Sumba Barat. Sementara itu hiposentrum atau pusat gempa di bawah permukaan bumi itu terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Atas gempa itu, BMKG menyatakan tak ada potensi tsunami.
Sebelumnya, pada lokasi yang sama terjadi gempa pula pada pagi tadi yakni dengan magnitudo 6,2 disusul dengan magnitudo 5,2.
Gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 terjadi di lautan wilayah barat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/1) pagi.
Mengutip dari Twitter BMKG gempa itu terjadi pada 06.59 WIB dengan episentrum di 103 kilometer barat daya Sumba Barat. Sementara itu hiposentrum atau pusat gempa di bawah permukaan bumi itu terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Gempa susulan pun terdeteksi terjadi beberapa menit kemudian. BMKG mencatat gempa susulan dengan magnitudo 5,2 itu tercatat terjadi pada pukul 07.38 WIB.
Episentrum gempa susulan ini berada di 74 kilometer barat daya Sumba Barat. Sementara itu hiposentrumnya tetap di kedalaman 10 kilometer.
Atas dua gempa itu, BMKG menyatakan tak ada potensi tsunami.
Mengutip dari Antara, usai gempa 6,2 SR pada pagi tadi tercatat setidaknya 12 kali gempa susulan di wilayah Sumba Barat. Gempa susulan itu terjadi mulai pukul 08.08 Wita hingga pukul 10.18 Wita.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Sumba Barat ini dibangkitkan oleh sesar naik (Thrust Fault)," katanya Kepala BMKG Stasiun Waingapu, Arief Tyastama di Kupang.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mengaku Mendalami Terkait Pembangunan Proyek Meikarta
BERITA NASIONALJURNALBERITA24 - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mendalami pengetahuan sejumlah anggota DPRD kabupaten Bekasi tentang tata ruang wilayah itu dan kaitannya dengan kepentingan pihak lain terkait pembangunan proyek Meikarta.
Hal itu dikatakannya terkait dengan pemeriksaan KPK terhadap lima orang saksi yang merupakan lima anggota DPRD Kabupaten Bekasi, yakni Edi Kurtubi Udi, Yudi Darmansyah, Kairan Jumhari Jisan, Namat Hidayat, dan Anden Saalin Relan.
"Kami mendalami dua hal, bagaimana proses dan juga pengetahuan dari anggota DPRD di Bekasi ini terkait dengan penyusunan tata ruang dan apakah ada kepentingan lain untuk mempengaruhi bagaimana hasil akhir dari tata ruang di Kabupaten Bekasi ini," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantor KPK, Jakarta, Jumat (18/1).
Lebih lanjut, KPK juga menduga ada kepentingan lain terkait proyek pembangunan Meikarta dibalik usulan pembahasan aturan di Kabupaten Bekasi.
Terlebih, kata Febri, lima orang saksi itu mengaku mereka mendapatkan fasilitas untuk melancong ke Thailand dari pihak Meikarta.
"Saksi-saksi yang diperiksa bersikap kooperatif dan mengakui kalau memang pernah menerima fasilitas atau uang terkait kewenangan nya sehubungan dengan proyek Meikarta ini," kata dia.
Ditanya mengenai fasilitas apa saja yang diterima sejumlah anggota DPRD Bekasi tersebut, Febri tak merincinya. Namun, kata dia, paket perjalanan ke Thailand itu tak hanya berupa tiket.
"Tentu saja paket jalan-jalan itu tidak hanya tiket misalnya dan juga tidak hanya untuk anggota DPRD saja, itu yang sedang terus kami gali lebih lanjut," tutur Febri.
Selain mendapatkan fasilitas untuk melancong ke Thailand, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bekasi juga disebut menerima sejumlah uang terkait proyek pembangunan Meikarta.
Sampai saat ini, KPK telah mengantongi uang dengan total Rp180 juta yang sudah dikembalikan beberapa anggota DPRD Kabupaten Bekasi.
Sementara, tersangka kasus suap Meikarta, Bupati Bekasi neonaktif Neneng Hasanah Yasin telah mengembalikan uang Rp11 miliar. Jumlah ini menggenapi pengembalian uang yang dilakukan Neneng sebesar Rp2,25 miliar dan Sin$ 90 ribu.
Neneng dan sejumlah anak buahnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi diduga menerima suap dengan total Rp16,1 miliar dan Sin$ 270 ribu terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta.
Uang tersebut diserahkan PT Lippo Cikarang Tbk melalui PT Mahkota Sentos Utama, Billy Sindoro, pegawai Lippo Group, Henry Jasmen, dua konsultan Lippo Group yaitu Taryudi dan Fitra Djaja Purnama, Kepala Departemen Land Acquisition Perizinan PT Lippo Cikarang, Edi Dwi Soesianto serta mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang, Toto Bartholomeus.
SUMBER : CNN INDONSIA
Langganan:
Postingan (Atom)










